FAQ

Apa saja Hak sebagai Peserta Tapera?

Peserta berhak untuk:

a. Mendapatkan pemanfaatan Dana Tapera berupa pembiayaan rumah pertama berupa kepemilikan, pembangunan, dan perbaikan.
b. Memperoleh nomor identitas kepesertaan dan nomor rekening individu.
c. Menerima pengembalian Simpanan beserta hasil pemupukannya pada akhir masa kepesertaan.
d. Mendapatkan informasi atas penempatan Dana Tapera dari Manajer Investasi dan/atau Bank Kustodian.
e. Mendapatkan informasi dari Manajer Investasi dan/atau Bank Kustodian mengenai posisi nilai kekayaan atas Simpanan dan hasil pemupukannya.

Apa saja Kewajiban sebagai Peserta Tapera ?

Peserta memiliki kewajiban, yaitu:

a. Peserta wajib membayar Simpanan setiap bulan sesuai dengan waktu yang ditetapkan BP Tapera.
b. Dalam hal Peserta Pekerja pindah tempat kerja, Peserta Pekerja harus memberitahukan kepesertaannya dalam program Tapera kepada Pemberi Kerja baru dengan menunjukkan nomor identitas kepesertaan.

Siapa saja yang menjadi Peserta Tapera ?

Berdasarkan UU No.4 Tahun 2016 tentang Tabungan Perumahan Rakyat, setiap Pekerja dan Pekerja Mandiri yang berpenghasilan paling sedikit sebesar upah minimum wajib menjadi Peserta Tapera.

Kapan Dana Tapera dapat dicairkan oleh Peserta ?

Peserta dapat melakukan pencairan Dana Tapera ketika kepesertaannya berakhir, dengan syarat sebagai berikut:

a. Peserta telah memasuki masa pensiun.
b. Telah mencapai usia 58 tahun bagi Pekerja Mandiri.
c. Peserta meninggal dunia.
d. Peserta tidak memenuhi kriteria sebagai Peserta (tidak melakukan pembayaran iuran) selama 5 tahun berturut-turut

Bagaimana mekanisme pemotongan gaji yang dialokasikan untuk pembayaran iuran simpanan bagi Pekerja dan Pemberi Kerja ?

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat.
Besaran Simpanan Peserta sebesar 3% dari gaji atau upah, dengan komposisi 2,5% dibayarkan oleh Pekerja dan 0,5% dibayarkan oleh Pemberi Kerja.

Apa saja kriteria sebagai Peserta Tapera ?

Berdasarkan UU No.4 tahun 2016 mengenai Tabungan Perumahan rakyat bahwa:

a. Peserta Tapera adalah setiap warga negara indonesia dan warga negara asing pemegang visa dengan maksud bekerja di wilayah indonesia paling singkat 6 (enam) bulan yang telah membayar simpanan.
b. Pekerja adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
c. Pekerja Mandiri adalah setiap warga negara Indonesia yang bekerja dengan tidak bergantung pada pemberi kerja untuk mendapatkan penghasilan.
d. Setiap pekerja dan pekerja mandiri yang berpenghasilan paling sedikit sebesar upah minimum wajib menjadi peserta.
e. Pekerja mandiri yang berpenghasilan di bawah upah minimum dapat menjadi peserta.
f. Peserta telah berusia paling rendah 20 tahun atau sudah menikah pada saat mendaftar.

Bagaimana cara peserta Tapera, apabila ingin mengajukan pembiayaan Perumahan ?

Peserta Tapera dapat mengajukan pembiayaan Tapera melalui Bank dan Perusahaan Pembiayaan Konvensional atau Syariah yang telah bekerja sama dengan BP Tapera.

Apa yang menjadi hak Pemberi Kerja ?

Pemberi Kerja berhak mendapatkan informasi dari BP Tapera mengenai kondisi dan Kinerja dana Tapera.

Apa saja kewajiban Pemberi Kerja ?

Pemberi Kerja berkewajiban untuk:

a. Mendaftarkan Pekerja sebagai Peserta;
b. Melakukan pemungutan Simpanan yang menjadi tanggung jawab Pekerja sebagai Peserta melalui pemotongan Gaji atau Upah;
c. Menyetor Simpanan yang menjadi tanggung jawabnya dan menyetorkan hasil pemungutan Simpanan yang menjadi tanggung jawab Pekerja sebagai Peserta disertai dengan daftar perincian pembayaran Simpanan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan;
d. Melakukan pemutakhiran data Pekerja yang terkait dengan kepesertaan Tapera; dan
e. Menyimpan seluruh laporan daftar perincian pembayaran Simpanan yang menjadi tanggung jawabnya dan Pekerja.
f. Pemberi Kerja wajib melanjutkan kepesertaan dari Pekerja yang baru diterima yang sebelumnya telah menjadi Peserta dengan melaporkan nomor identitas kepesertaan dan membayar Simpanan Tapera terhitung sejak terjadinya hubungan kerja.